Laman

Tampilkan postingan dengan label Tarbiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tarbiyah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2011

Lima Peran Penting yang Diemban Rasulullah SAW

Pertama, Sebagai Rasul. Peran ini beliau jalani selama 23 tahun. Dalam kurun waktu tersebut beliau harus berdakwah menyebarkan Islam; menerima, menghapal, menyampaikan, dan menjelaskan tak kurang dari 6666 ayat Alquran; menjadi guru (pembimbing) bagi para sahabat; dan menjadi hakim yang memutuskan berbagai pelik permasalahan umat-dari mulai pembunuhan sampai perceraian.
Kedua, Sebagai kepala negara dan pemimpin sebuah masyarakat heterogen. Tatkala memegang posisi ini Rasulullah SAW harus menerima kunjungan diplomatik “negara-negara sahabat”. Rasul pun harus menata dan menciptakan sistem hukum yang mampu menyatukan kaum Muslimin, Nasrani, dan Yahudi, mengatur perekonomian, dan setumpuk masalah lainnya.
Ketiga, Sebagai panglima perang. Selama hidup tak kurang dari 28 kali Rasul memimpin pertempuran melawan kafir Quraisy. Sebagai panglima perang beliau harus mengorganisasi lebih dari 53 pasukan kaveleri bersenjata. Harus memikirkan strategi perang, persedian logistik, keamanan, transportasi, kesehatan, dan lainnya.
Keempat, sebagai kepala rumahtangga. Dalam posisi ini Rasul harus mendidik, membahagiakan, dan memenuhi tanggung jawab-lahir batin-terhadap  para istri beliau, tujuh anak, dan beberapa orang cucu. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat perhatian terhadap keluarganya. Di tengah kesibukannya Rasul pun masih sempat bercanda dan menjahit sendiri bajunya.
Kelima, Sebagai seorang pebisnis. Sejak usia 12 tahun pamannya Abu Thalib sudah mengajaknya melakukan perjalanan bisnis ke Syam, negeri yang saat ini meliputi Syria, Jordan, dan Lebanon. Dari usia 17 hingga sekitar 20 tahun adalah masa tersulit dalam perjalanan bisnis Rasul karena beliau harus mandiri dan bersaing dengan pemain pemain senior dalam perdagangan regional. Usia 20 hingga 25 tahun merupakan titik keemasan entrepreneurship Rasulullah SAW terbukti dengan “terpikatnya” konglomerat Mekah, Khadijah binti Khuwailid, yang kemudian melamarnya menjadi suami. Afzalurrahman dalam bukunya, Muhammad Sebagai Seorang Pedagang (2000: 5-12), mencatat bahwa Rasul pun sering terlibat dalam perjalanan bisnis ke berbagai negeri seperti Yaman, Oman, dan Bahrain. Dan beliau mulai mengurangi kegiatan bisnisnya ketika mencapai usia 37 tahun. Adalah kenyataan bila Rasulullah SAW mampu menjalankan kelima perannya tersebut dengan sempurna, bahkan menjadi yang terbaik. Tak heran bila para ilmuwan, baik itu yang Muslim maupun non-Muslim, menempatkan beliau sebagai orang yang paling berpengaruh.

Dikutip dari, Etos kerja dalam persfektif islam oleh : H. Jazuli suryadhi, S.Ag, M.SI

Selasa, 19 April 2011

Hakikat Tauhid Dan Fenomena Kemusyrikan Oleh : Dr. Yusur Qardhawy. Bagian V,VI dan VII

Bagian V Bagaimana Merealisasikan Tauhid
1.       Memurnikan Ibadah Kepada Allah Semata
a.       Tidak mencari Tuhan selain Allah (Qs.Al-An’am 164)
b.      Tidak menjadikan selain Allah sebagai wali (kekasih), yang dicintainya sebagimana Allah (Qs.Al-An’am:14)
c.       Tidak mencari hakim selain Allah, yang ditaati sebagaimana ia taat kepada Allah (Qs.Al-An’am:114)
2.       Kufur Kepada Toghut
Qs. Al-Baqarah : 256
3.       Menghindari Kemusyrikan dan berhati-hati dengannya
Bagian VI Syirik
ü  Syirik besar Mengakibatkan Tertolaknya Amal (Qs. Al-Kahfi 110)
ü  Dosa yang tidak Terampuni (Qs.Annisa’: 48 dan 116)
ü  Diharamkan syurga Baginya (Qs. Al-Maidah: 72)
Syirik dibagi 2; Besar (tidak diampuni Allah) dan Kecil (Dosa besar).
a.       Syirik Akbar;
1.       Jelas dan Terang (zhahirun jaliyyun) yaitu menyembah tuhan selain Allah
2.       Tersembunyi dan Tersamar (bathinun khafiyyun) seperti berdoa dan meminta pertolongan sama kpd yang mati, menjadikan selain Allah sebagai pemilik Hak membuat syari’at.
b.      Syirik Kecil;
Bersumpah dengan selain Allah, memakai gelang dan benang penangkal, memakai jimat, Ruqyah (mantera dan Jampi), Sihir, Tanjim (Ramalan Perbintangan) Termasuk Sihir, Tiwalah (pelet),  Perdukunan dan ramalan, Bernazar untuk selain Allah, menyembelih untu selain Allah, Thiyarah (berperasan Sial Karena Melihat, Mendengar atau Bertemu sesuatu)

Bagian VII Islam Menutup Pintu-Pintu Kemusyrikan

Diantara pintu-pintu itu adalah.
1.       Ghuluw (berlebihan) dalam mengagungkan Nabi
2.       Ghuluw terhadap orang-orang saleh.
3.       Mengagungkan Kuburan
Menjadikan kuburan sebagai mesjid, shalat menghadap kuburan (jangan menjadikan kuburan berada di posisi kiblat), member penerangan di kuburan, membangun dan mengecat kuburan, menulisi kuburan, meninggikan kuburan, menjadikan kuburan sebagai perayaan.
4.       Meminta berkah kepada pepohonan, bebatuan dan semacamnya
5.       Kata-kata yang mengesankan Syirik
a.       Perkataan, apa yang dikehendaki Allah dan yang dikehendaki fulan/ dengan nama Allah dan nama amir(penguasa), atau dengan nama rakyat.
b.      Perkataan, kalau saja bukan karena kehendak Alla dan fulan/ saya berpegang kepada Allah dan kepadamu.
c.       Memberi nama dengan nama Allah atau dengan nama yang tidak layak, kecuali hanya untuk Allah
d.      Menamakan anak dengan nama Abd (hamba) selain Allah; seperti Abdul Ka’bah, Abdun-Nabi, dll. Ibnu Hazm telah menukil bahwa telah terjadi ijma’ atas haramnya nama-nama ini, kecuali Abdul Muththalib.
e.      Mencela Masa (zaman) saat ada kesulitan atau musibah.

      Bagian VIII dampak Tauhid dan Syirik dalam Kehidupan

A.      Dampak Tauhid dalam Kehidupan
1.       Kemerdekaan Manusia
2.       Pembentukan pribadi yang harmonis
3.       Tauhid Sumber rasa aman
4.       Tauhid, landasan persaudaraan dan persamaan
B.      Dampak dan bahaya syirik
1.       Penghinaan martabat manusia
2.       Sarang khurafat
3.       Kezhaliman Besar
4.       Sumber segala kecemasan
5.       Menelantarkan sisi positif manusia
6.       Dampak klemusyrikan di akhirat

Hakikat Tauhid Dan Fenomena Kemusyrikan Oleh : Dr. Yusur Qardhawy. Bagian II, III dan IV

Bagian II tauhid Yang Diperintahkan Islam

1.       I’tiqodi’ilmi (keyakinan Ilmiyyah)/rububiyyah
Keyakinan bahwa Allah adalah Rabb seluruh langit dan bumi, tidak ada sekutu baginya dan segala sesuatu itu dari-Nya.
Qs: 112, awal surat ke 3, 20,32,57,akhir surat 59,dll.
2.       ‘Amali Suluki (amal dan perilaku/ilahiyyah/uluhiyyah
Mengesakan Allah dalam beribadah, tunduk dan taat secara mutlak. Tidak disembah selain Allah, tidak satupun dilangit dan di bumi disekutukan dengan-Nya.
Qs: 109, beberapa ayat dari surat ke 6, awal surat ke 7 dan 10, akhir surat ke 7.

Bagian III Ibadah

Puncak ketundukan yang dibarengi puncak cinta.


Bentuk dan macam-macam ibadah:
1.       Do’a
Meminta sesuatu yang bermamfaat kepada Allah Sabda Rasul “Do’a adalah ibadah”(HR. Tirmidzi).
2.       Menegakkan Syi’ar Agama
Syi’ar agama seperti shalat, puasa, shadaqah, haji, dll. Yang semuanya tidak boleh dinampakkan kapada selain Allah.
3.       Tunduk dan Patuh Kepada Syariat Allah.

Bagian IV Urgensi Tauhid Uluhiyyah

Tauhid ini paling penting dan Agung, sebab:
ü  Sebagian besar menjati perhatian para Rasul
ü  Yang pertama ditangkap oleh pemahaman manusia pada saat kalimat tauhid di ucapkan.
ü  Allah mengutus Rasul dan menurun kitab-kitab-Nya untuk membawa tauhid ini.
ü  Untuk menegakkan Tauhid ini Allah menampakkan kekuasaan-Nya kepada manusia.
ü  Karena Tauhid ini, maka ada: Hari kiamat, pembagian catatan amal, pembagian amal, surga dan neraka.
A.      La Ilaha Illallah, Lambang Tauhid Uluhiyyah
Tiada Tuhan selain Allah, Inilah lambing yang menjelaskan hakikat tauhid dalam bentuk kalimat ringkas. Kalimat itu dinamamakan, Kalimat Tauhid, ikhlas dan taqwa.
Kalimat ini mengandung (1) penafian (peniadaan) ketuhanan pada apa selain Allah. (2) Itsbat (penetapan) ketuhanan untuk Allah semana, sebab Dia-lah tuhan yang Haq.(Qs.Al-Haj:620
B.      Tauhid, Tugas Utama para rasul
Tugas pertama para Rasul.
(1)Seruan Untuk Beribadah kepada Allah. (2)Seruan untuk menjauhi toghut.
Qs. An-Nahl:36, Al’araf:59, Hud:25-26, Almaidah:72.
Dakwah Nabi Muhammad saw kepada tauhid dan menjauhi toghut tampak jelas pada Al-Qur’an dan Sunnah serta syiar-syiar, adab dan akhlak Islam.
C.      Tauhid Syiar islam
Syia’ar Islam terwujud dalam syahadatain.
D.      Tauhid Hak Allah Atas hambanya
Sabda Rasul:
“Dari Mu’adz ra, ia berkata ; saya membonceng Rasulullah saw diatas keledai yang bernama ‘Ufair, lalu beliau bersabda : “Hai Mu’adz! Tahukah kamu hak Allah atas hamba-Nya dan hak hamba atas Allah?”


Aku menjawab: “ Allah dan Rasul-Nya lebih tahu”. Nabi saw bersabda: “Hak Allah atas hamba adalah, hendaknya mereka menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, sedangkan hak hamba atas Allah adalah: Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya”……….(Muttafaq’alaih)
E.       Tauhid, Risalah Dalam Kehidupan Muslim
Qs. Adz-Dzariat: 56-57)

F.       Tauhid Risalah Umat Islam Kepada Umat lain
Yaitu menyeru umat lain untuk menyembah Allah semata. Qs. Ali Imran: 64

Hakikat Tauhid Dan Fenomena Kemusyrikan Oleh : Dr. Yusur Qardhawy. Bagian I : Kedudukan Tauhid Dalam Islam


A.      Iman Kepada Allah SWT Dasar Seluruh Akidah
Al-Qur’an Menempatkan Iman kepada Allah dasar atau pangkal, dan setiap rukun akidah yang lainnya bersandar kepadanya dan mengikutinya. (Qs.Al-Baqarah: 285 & 177) (An-Nisa’: 136)
Beriman kepada Allah mencakup :  Beriman kepada Wujudullah dan Beriman kepada kesaan-Nya.
B.      Tauhid, Esensi Islam
Yang di tekan dalam islam ialah mengenai aqidah, dimana banyak orang yang tersesat didalam hal ini.  Aqidah itu ialah aqidah Tauhid yang merupakan inti dari seluruh aqidah Islam. Yaitu beriman kepada adanya satu dzat yang berhak disembah, pemilik tunggal, hak penciptaan dan perintah.
C.      Dalil-Dalil tentang Wahdaniyatullah
Dalil Fitrah, Aqli dan Naqli
D.      Tauhid Inti Iman Kepada Allah
Tidak adanya tauhid yang benar akan mengakibatkan kekafiran, kemusyrikan, kotoran, kepalsuan, kezaliman yang besar, dan kesesatan yang nyata.

Beberapa Konsep Tauhid Yang Sesat

Yaitu : (1) Tauhid filosof (Pengingkaran terhadap zat dan sifat Allah), (2) tauhid wihdatul wujud (Allah adalah wujud dari segala sesuatu yg ada:batu,berhala,dll), (3) tauhid mu’tazilah (Mengingkari kadar,kehendak dan kekuasaan Allah), (4) tauhid Jabriyyah (5) tauhid nasrani (Trinitas: bapak,anak,ruh qudus).

Sabtu, 19 Maret 2011

Malu, Karna Tidak Bisa Membaca Al-Qur'an

A : Boy, Ngaji Yok!
      Kita gunakan waktu kita sekali dalam seminggu untuk belajar agam.
B : Gak lah "A", gak aku gak bisa Qur'an.
A : Loch, makanya kita belajar wak.
B : Malu aku.
A : Kenapa Mesti Malu, namanya juga belajar.
B : Kamu ja lah "A", aku mau ngambil sesuatu disana.



A : Oke lah, gpp, hati-hati ya.
      Minggu depan kita ngaji ya.......
B : Senyum dan berlalu..........
A : :)


Hemmmmmmt............
Inilah fenomena Mahasiswa muslim saat ini.
Dialog di atas merupakan salah satu kisah nyata yang sering kita temui di kampus, ajakan kebaikan sering kali ditolak dengan berbagai alasan.
Namun tidak perlu heran, Mungkin inilah gambaran ummat pemegang tongkat estafet perjuangan kedepan, seorang penerus yang hanya mampu memberi alasan dengan sejuta bumbu kebohongan.

Apakah pantas si "B" yang dalam dialog di atas disebut seorang Muslim?
mungkin ini harus dipertanyakan.
karena jika kita langsung memfonis si "B" bukan seorang Muslim, maka siap-siap lah kembali tanpa nyawa dengan kepala terpenggal atau pulang membawa nyawa dengan darah berhamburan.

Kesadaran yang seharusnya semakin kokoh ketika seseorang beranjak dewasa, malah luntur berhamburan entah kemana.
KITA MALU KETIKA TIDAK MAMPU MEMBACA AL-QUR'AN!
tapi kita enggan untuk mempelajarinya.
Apakah Kita akan bisa tanpa Belajar???????
Inilah kenapa dikatakan, UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN ITU TIDAK CUKUP HANYA DENGAN "INGIN" SAJA.
tapi butuh USAHA dan KOMITMEN.

SIAPA YANG RUGI KETIKA KITA TIDAK MAMPU MEMBACA AL-QUR'AN????
Senangkah kita menyuruh orang lain tadarus di MAYAT IBU/BAPAK kita, sedangkan kita hanya mampu menangis.
Sempatkah kita berpikir MERAHNYA MUKA KITA KETIKA NANTINYA ANAK KITA MENANYAKAN TENTANG AL-QUR'AN SEDANGKAN KITA TIDAK MAMPU MENJAWABNYA?????????
Jangan Sampai KEBODOHAN menghambat kita untu BERIBADAH!!!!
Dan Jangan sampai KEBODOHAN membawa kita ke jurang MAKSIAT.

SEMUA BELUM TERLAMBAT KAWAN...........
Mari, sama-sama kita Belajar dan Mengajari Al-Qur'an.
Insya Allah, Allah akan membalas yang baik itu dengan yang lebih baik.
Amin.

Gambar, http://media2.id.88db.com/DB88UploadFiles/2008/02/26/9E23CB21-F260-4444-961C-5FF1C2BE78C7.jpg
Search with Google

Jumat, 18 Maret 2011

Hidup Lah Seperti Penjaga Parkir


Penjaga Parkir. . . .
Mungkin kita terlalu gengsi untuk belajar dari mereka.
Pekerjaan kita yang lebih baik dari mereka,
Membuat mata kita tertutup untuk belajar dari mereka.
Satu yang dapat kita ambil dari mereka penjaga parkir.
Kita bisa belajar indahnya hidup dari mereka.
Mereka memiliki banyak mobil mewah, tetapi mereka tidak sombong.
Mereka akan menjaga mobil-mobil mewah itu dengan sebaik-baiknya
Dan mereka tidak akan berat hati ketika melihat mobil-mobil mewah itu meninggalkan mereka satu persatu.
Itulah 2 sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dari penjaga parkir,
Dan menjadi 2 hal yang menjadi pelajaran bagi kita.
Dimana…..
Ketika Allah menitipkan sesuatu kepada kita, baik itu nyawa, anak, istri, harta, dan kenikmatan-kenikmatan lainnya,
Kita dituntut untuk menjaganya, tidak sombong karenanya dan tidak pula kita mengabaikannya.
Begitu juga ketika Allah mengambil segala titipan itu, maka kita harus merelakannya.
Karena itu semua adalah titipan Allah, dan pasti akan diambil-Nya.
Semoga dapat bermamfaat.

Gambar diambil dari google

Urgensi Amal Jama'i


1.      Dustur Ilahi :
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran 3:104)
Dalam ayat ini Allah telah mengisyaratkan tentang wajibnya melaksanakan dakwah secara amal jama’i.
2.      Perjuangan Islam terlalu berat untuk dipikul secara individual karena perjuangan Islam bertujuan mengikis habis jahiliyah sampai ke akar-akarnya dan menegakkan Islam sebagai penggantinya.
Tanpa adanya struktur (tandzim) haraki yang setarap dengan struktur yang dihadapi (jahiliyah) dalam segi kesadaran, penataan dan kekuatan, tugas perjuangan Islam tak mungkin dapat dihasung meskipun dengan berpayah-payah dan pengorbanan seluruh kemampuan.
3.      Da’wah secara jama’ah adalah da’wah yang paling efektif dan sangat bermanfaat bagi Gerakan Islam. Sebaliknya da’wah secara sendirian akan kurang pengaruhnya dalam usaha menanamkan ajaran Islam pada umat manusia.

4.      Beramal jama’i (bergerak secara bersama) akan memperkuat orang-orang yang lemah dan menambah kekuatan bagi orang-orang yang sudah kuat. Satu batu bata saja akan tetap lemah betapapun matangnya batu bata tersebut. Ribuan batu bata yang berserakan tidak akan membentuk kekuatan, kecuali jika telah menjadi dinding, yaitu antara batu bata yang satu dengan yang lain telah direkat dan ditata secara rapi.
“Orang Mu’min yang satu dengan orang Mu’min lainnya seperti bangunan yang saling memperrekat.” (Muttafaq ‘alaih)
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Al Maaidah 5:2)
5.      Beramal jama’i sebagai sarana mencapai keridhaan Allah
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seolah-olah mereka adalah bagunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash Shaff 61:4)
6.      Dengan amal jama’i balasan yang diberikan berlipat ganda
Allah SWT memberikan ganjaran yang besar kepada ibadah yang dilakukan secara berjamaah seperti shalat berjamaah dan sebagainya.
7.      Iman lebih terpelihara dalam lingkungan amal jama’i
Persatuan dalam amal jama’i merupakan benteng pertahanan dari ancaman kehancuran. Seorang diri bisa saja lenyap, jatuh atau disergap oleh syethan-syethan manusia dan jin. Tetapi jika ia berada di dalam Jama’ah maka akan terlindungi.
Seperti seekor kambing yang berada di tengah kawanannya. Tidak ada serigala yang berani memangsanya karena perlindungan kawanan itu sendiri. Serigala akan berani memangsanya manakala kambing itu keluar dari kawanannya atau berjalan sendirian.
“Kalian harus berjama’ah karena tangan Allah bersama Jama’ah. Barang siapa melesat sendirian maka ia akan melesat sendirian di neraka.” (Hadits)
“Sesungguhnya syethan adalah serigala manusia dan serigala itu hanya memakan kambing yang lepas (dari kawanan).” (Hadits)
“Kalian harus ber-Jama’ah, karena syethan itu bersama orang yang sendirian dan dia akan lebih jauh terhadap dua orang.” (Hadits)
8.      Kebathilan yang terorganisir dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir

Sumber: http://yahyaayyash.wordpress.com/2008/05/28/amal-jama%E2%80%99i/